Bermain Cerdik di “Hutan Belantara”

 

Pasang website itu ibarat masuk hutan belantara. Kalau kita tidak tahu arah, kita bisa tersesat di dalamnya. Karena itu agar kita selamat, butuh kesiapan, ilmu yang cukup dan bermain cerdik. Demikian pendapat Staaf Ahli Bupati Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan yang juga mengamat dunia online Drs. Suyatno, M. Hum., kemarin, pada kegiatan Evaluasi Pengelola Website Desa 2014 di Aula Abdi Praja Lantai 3 Setda.

“Dunia maya itu dunia tanpa batas. Beragam informasi ada di dilamnya dan berlomba-lomba untuk dapat diakses oleh penggunanya. Karena itu, tanpa bermain cerdik upaya untuk mempromosikan potensi bisa jadi tidak optimal” katanya.

Sekarang ini, lanjutnya, para penggerak pariwisata Dieng tengah berlomba-lomba melakukan upaya cerdik bagaimana caranya agar saat netizen melakukan browsing internet maka website mereka tampil di halaman depan, lanjutnya, yang membuat orang malas untuk membukanya.

“Beberapa upaya yang dilakukan diantaranya dengan member nama alamat website atau mengaitkan alamat web dengan istilah-istilah yang potensial dicari oleh pengguna internet. Upaya lain ditempuh dengan mengisi konten dengan istilah-istilah yang paling popular dicari pengguna. Dengan upaya website akan paling sering muncul dan berada di halaman depan situs pencarian, sehingga peluang untuk dibaca pengguna makin besar” katanya.

Sisi lain yang perlu dioptimalkan, lanjutnya, adalah konten website. Beberapa website yang ditampilkan pengelola desa pada evaluasi ini, lanjutnya, masih ada yang perlu ditambahkan seperti profil desa yang belum Nampak. Padahal profil desa dengan petanya, lanjutnya, merupakan informasi yang sangat penting bagi para pengguna internet yang kita tidak pernah tahu darimana asalnya.

“Profil desa memuat informasi tentang lokasi desa, potensi desa, peta desa, dan alamat desa. Informasikan juga posisi desa dari ibukota Kabupaten, Ibukota Propinsi, bahkan ibu Kota Negara. Termasuk informasi jarak dengan Bandara dan stasiun Kereta terdekat. Jangan lupa, disertai juga dengan nomor kontak. Agar bila ada pihak luar yang berminat segera terhubung dengan cepat” katanya.

Ke depan, lanjutnya, Pemkab melalui dinas yang ditunjuk harus berani membuat hosting yang mengumpulkan website desa-desa. Sehingga keberadaan website desa, lanjutnya, menjadi lebih mapan.

“Bila masih memakai akses internet blog gratis, selain aksesnya terbatas, dan sewaktu-waktu mati lampu atau diputus pemasang tidak bisa apa-apa.” Katanya.

Di atas semua itu, lanjutnya, pengelola website orangnya harus rajin untuk update informasi. Jangan sampai informasi dalam website, lanjutnya, ngedon terlalu lama tidak berganti dengan yang baru.

“Website seperti ini membuat pengguna malas untuk membuka, apalagi  sejak awal online hingga sekian hari, sekian minggu, dan sekian bulan, informasinya ajeg.” Katanya.

Kepala Dinas Hubkominfo, Mulyanto, S.Sos., M.Si., menambahkan kegiatan evaluasi ini merupakan kelanjutan dari pelatihan pengelolaan website yang telah dilaksanakan sebelumnya. Tujuan dari evaluasi ini, lanjutnya, adalah untuk mengenalkan potensi-potensi desa yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat luaar melalui website desa.

“Dengan pelatihan ini diharapkan operator website desa dapat memahami konten, aplikasi dan tahu cara mengoprasikan sistem-sistem informasi yang berkaitan dengan desa” katanya.

Peserta kegiatan evaluasi desa pinter tahun 2014, lanjutnya, ada 14 desa. Ke empat belas desa tersebut, lanjutnya, adalah desa Mandiraja Kulon, desa Merden, desa Bandingan, desa Gemuruh, desa Gentasari, desa Kutayasa, desa Pekauman, desa Bojanegara, desa Badamita, desa Giritirta, desa Banjarkulon, desa Klampok, desa Dieng, desa Gumelem Wetan,desa Sigeblog,  desa Blitar, desa Bandingan, dan desa Kaliwungu.

“Dari ke empat belas desa tersebut, 10 diantaranya merupakan penerima bantuan desa pintar di tahun 2014. Desa Blitar, Kaliwungu, dan Bandingan penerima bantuan desa pintar tahun 2013. Sedangkan dua desa, yaitu desa Sigeblog dan desa Gumelem Wetan merupakan penerima bantuan desa pintar tahun 2012. Kesemua desa kita ikutkan pelatihan pembuatan blog karena semua desa memang baru pertama kali mengikutinya” katanya. (eko br)

 

Sumber : Derap Serayu  

 

Cari

December 2017
S M T W T F S
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31
Facebook