Tarif Angkutan Belum Turun

 

Meskipun harga Bahan Bakar Minyak (BBM) telah mengalami penurunan selama dua kali, namun hal itu tidak membuat serta merta tarif angkutan mengikuti penurunan tarif.

Di Banjarnegara, hingga saat ini tarif angkutan untuk berbagai jenis angkutan dan jurusan, belum menurunkan tarif.

Padahal sebelumnya, sejak pemerintah menaikan tarif BBM dari Rp 6.500, menjadi Rp 8.500 per liter tarif angkutan di Banjarnegara, telah mengalami kenaikan 30 persen.

Dan saat ini harga BBM telah turun sebanyak dua kali menjadi Rp 6.600 per liter untuk premium dan Rp.400 per liter untuk solar.

Nuryanto, salah seorang sopir angkutan di Banjarnegara Selasa (20/1/2015) mengatakan, angkutan di Banjarnegara tidak menurunkan tarif, karena meskipun harga BBM saat ini telah turun, namun harga suku cadang kendaraan atau sparpart tidak tidak mengalami penurunan.

"Selain itu harga sembako juga terus naik, sehingga kalau kita turunkan lagi tarif angkutanya, ya kita yang susah, apalagi harga sparpart kendaraan juga saat ini telah naik," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Banjarnegara, Mulyanto mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum dapat memutuskan apakah tarif angkutan di Banjarnegara akan kembali diturunkan atau tidak. 

Untuk membahas masalah tersebut, dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang Organda, Pengusaha Angkutan,  ketua paguyuban angkutan dan para sopir angkutan di Banjarnegara.

"Kita belum dapat putuskan, namun dalam waktu dekat kita akan undang semua pihak, untuk membahas penyesuaian tarif terkait turunya harag BBM ini," katanya.

Sementara itu sejumlah warga yang biasa menggunakan angkutan berharap, agar angkutan kembali menurunkan tarif, mengingat harga BBM yang telah kembali diturunkan oleh pemerintah. (JKW)

sumber: Suara Banjarnegara

Cari

December 2017
S M T W T F S
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31
Facebook